Sabtu, 15 September 2012

SEDULUR PAPAT LIMO PANCER ANTARA KEJAWEN DAN ISLAM.

Ingatlah Kawan Keberadaan kita hidup di dunia ini tidak sendiri.
Semenjak pertama kali kita diturunkan ke alam
dunia lewat rahim ibu, Tuhan sudah menitahkan
adanya penjaga-penjaga yang senantiasa
mendampingi kita hidup di alam dunia. Dan sesuai
dengan perintah Tuhan, para penjaga-penjaga itu
dengan setia senantiasa berada di sekeliling kita.
Bagi orang Jawa, khususnya orang yang memahami
tentang Kejawen, adanya para penjaga tersebut
dikenal dengan sebutan “Sedulur Papat”. Siapa saja
Sedulur Papat itu? Sedulur papat yang dikenal
masyarakat yang memahami Kejawen adalah:
1. Kakang Kawah (Air Ketuban)

2. Adhi Ari-Ari (Ari-ari)

3. Getih (Darah)

4. Puser (Pusar)

*Kakang Kawah
Yang disebut dengan Kakang Kawah adalah air
ketuban yang menghantarkan kita lahir ke alam
dunia ini dari rahim ibu. Seperti kita ketahui,
sebelum bayi lahir, air ketuban akan keluar terlebih
dahulu guna membuka jalan untuk lahirnya si
jabang bayi ke dunia ini. Lantaran air ketuban
(kawah) keluar terlebih dulu, maka masyarakat
Kejawen menyebutnya Kakak/Kakang (saudara
lebih tua) yang hingga kini dikenal dengan istilah
Kakang Kawah.
*Adhi Ari-Ari
Sedangkan yang disebut dengan adhi ari-ari adalah
ari-ari jabang bayi itu sendiri. Urutan kelahiran
jabang bayi adalah, air ketuban terlebih dulu,
setelah itu jabang bayi yang keluar dan dilanjutkan
dengan ari-ari. Karena ari-ari tersebut muncul
setelah jabang bayi lahir, maka masyarakat
Kejawen biasanya mengenal dengan sebutan Adhi/
adik Ari-ari.
*Getih
Getih memiliki arti darah. Dalam rahim ibu selain si
jabang bayi dilindungi oleh air ketuban, ia juga
dilindungi oleh darah. Dan darah tersebut juga
mengalir dalam sekujur tubuh si jabang bayi yang
akhirnya besar dan berwujud seperti kita ini.
*Puser
Istilah Puser adalah sebutan untuk tali pusar yang
menghubungkan antara seorang ibu dengan anak
yang ada dalam rahimnya. Dengan adanya tali
pusar tersebut, apa yang dimakan oleh sang ibu,
maka anaknya pun juga ikut menikmati makanan
tersebut dan disimpan di Ari-Ari. Disamping itu,
pusar juga digunakan oleh si jabang bayi untuk
bernapas. Oleh karena itu, hubungan antara ibu
dengan anaknya pasti lebih erat lantaran terjadinya
kerjasama yang rapi untuk meneruskan keturunan.
Semuanya itu atas kehendak dari Gusti Allah Yang
Maha Kuasa.
Ketika seorang jabang bayi lahir ke dunia dari rahim
ibu, maka semua unsur-unsur itu keluar dari tubuh si
ibu. Unsur-unsur itulah yang oleh Gusti Allah
ditakdirkan untuk menjaga setiap manusia yang
ada di muka bumi ini. Maka bila masyarakat
Kejawen hingga kini mengenal adanya doa yang
menyebut saudara yang tak tampak mata itu
secara lengkap yaitu
“KAKANG KAWAH, ADHI ARI-ARI, GETIH, PUSER,
KALIMO PANCER”.
5.Pancer
Lalu siapakah yang disebut dengan istilah Pancer?
Yang disebut dengan istilah Pancer itu adalah si
jabang bayi itu sendiri. Artinya, sebagai jabang bayi
yang berwujud manusia, maka dialah pancer dari
semua ‘saudara-saudara’nya yang tak tampak itu.
Kesamaan Dengan Islam
Antara ajaran Kejawen dengan Islam ada
kesamaannya. Dalam Islam disebutkan bahwa
setiap manusia dijaga oleh malaikat-malaikat yang
ditugaskan oleh Tuhan. Siapa saja malaikat-malaikat
itu? Malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Gusti
Allah untuk setiap manusia itu antara lain, Jibril,
Mikail, Izroil dan Isrofil.
Nah, kesamaan antara ajaran Kejawen dan Islam
tersebut yakni Kakang Kawah yang disebutkan
sebagai pembuka jalan si jabang bayi, itu di Islam
dianggap sama dengan Jibril (Penyampai Wahyu).
Malaikat Jibril lah yang membuka jalan bagi
keselamatan sang bayi hingga lahir ke dunia.
Sedangkan Adhi Ari-ari yang disebut-sebut di dalam
ajaran Kejawen, di dalam Islam dianggap sama
dengan Mikail (Pembagi Rezeki). Karena lewat Ari-
Ari itulah si jabang bayi dapat hidup dengan sari-sari
makanan yang didapatkan dari seorang ibu.
Sementara Getih (darah) , bagi orang Kejawen,
pada pemahaman orang Islam dianggap sama
dengan keberadaan malaikat Izroil (pencabut
nyawa). Buktinya, jika tidak ada darahnya, apakah
manusia bisa hidup?
Yang terakhir adalah Puser. Dalam pemahaman
masyarakat Kejawen, Puser adalah sambungan tali
udara (napas) antara sang ibu dengan anaknya.
Nah, pada pemahaman Islam, Puser ini dianggap
sama dengan Isrofil (Peniup Sangkakala). Meniup
sangkakala menjelang kiamat Qubro (kiamat Besar)
adalah dengan napas.
Oleh karena itu, kita wajib mengenali siapa
penjaga-penjaga tak nampak yang sudah
diperintahkan Gusti Allah untuk senantiasa
mendampingi kita. Dengan kita mengenali
keberadaan mereka, akhirnya mereka nantinya bisa
mawujud (berwujud). Dan yang perlu diingat lagi,
jika kita sudah melihat wujud mereka, maka
hendaknya kita senantiasa memuji atas kebesaran
Gusti Allah yang Maha Agung. Karena atas titah
Gusti Alloh-lah kita semua bisa hidup berdampingan
dengan penjaga-penjaga yang disebut dengan
Sedulur Papat, Kalimo Pancer.Salam Ilmu Sejati,Puji Suci Marang Gusti,Kawulo Tansah Ngabekti.

31 komentar:

  1. Kejawen adalah aliran sesat !
    Barang siapa yang menyembah atau meminta selain dari pada ke Allah SWT maka dia adalah orang yang Kafiir. Dan orang kafiir adalah calon penghuni neraka yang sangat panas membara.
    Bertaubat lah sebelum terlambat.
    Ampunan Allah maha besar,tidak terbatas selama kita masih di beri kesempatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelum kmu mengatakan aliran kejawen sesat ...... lbih kmu pikirkan duluh apa yg hendak kimu katakan.. kataknlah hal hal yg kmu megerti ..... kmu itu ibarat kangkung yg mengambang di atas air .. ibarat telur yg tdak menetas ..

      Hapus
    2. maaf bung kalau gug tahu lebih baik diam..kata rosulluloh orang diam tanda penghuni surga..kata mbah sunan ampel cangkem cangcangen ambek mingkem

      Hapus
    3. maaf salam kenal aja, saya memang gak terima kejawen itu aliran sesat sprt yg di katakan mas amiris, sy orang trowulan mulai garis keturunan sy semua kejawen termasuk sy, lbh dikatakan islam kejawen,, tp gk sepatutnya anda ngomong gitu,, anda lahir di tanah jawa masalahnya, coba kalau anda lahir dari batu,, baru anda blh ngomng kalau kejawen itu sesat,, mongo dulur-dulur di jogo emosine kalean lisane,, matur nuwun

      Hapus
    4. belajar dulu sana (amiriswahyudi.blogspot.com)

      Hapus
    5. Belajar dulu mas, sampe khatam baru boleh menilai mana yang sesat.

      Hapus
    6. Kejawen merupakan akulturisasi budaya antara budaya jawa yg luhur budi dengan ketauhidan Islam, agar manusia di Jawa lebih mudah memahami syariat dan hakikat kehidupan baik didunia maupun diakhirat dengan lebih mudah..terutama proses menyongsong tiap menit kematian yg akan datang dengan penuh ketulusan dan menhadap Ilahi robbi dengan penuh kemesraan dan kebahagiaan tanpa sakit yg mendera apalagi menahun hingga menyulitkan anggota keluarga yg akan ditinggalkan....

      Hapus
    7. Jawa bukanlah sebuah suku tetapi sebuah bangsa, keluhuran budi dan daya yg di miliki jawa setara dengan perdaban china, bahkan Prof. Arisyo Santos, Pakar Geologi dari Brazil menyakini Peradaban Tinggi Atlantis berasal dari Jawa, Bahkan Peneliti dan seorang Gubernur Jenderal Inggris Sir. Stamford Raffles membuat buku yang berjudul History Of Java, Bukan History Of Hindia Belanda atau Nusantara, menunjukan Java/Jawa adalh sebuah bangsa yg setara dengan Bangsa Cina, Eropa, Afrika dan Arab dan Kejawen merupakan Nilai Peradaban yang sangat tinggi, apabila Keluhuran Budi Pekerti Jawa di implementasikan dalam kehidupan sehari2 maka Indonesia akan kembali mengalami kejayaan hidup makmur dan sejahtera, adil dan mulia, tidak akan ada korupsi dan kejahatan

      Hapus
  2. jangan gampang menuduh seseorang kafir bung,bisa jadi bumerang lho.hati hati kalo berucap.kadar keimanan seseorang tidak ada yang tau selain gustti allah sendiri yang menilai.selama gak merugikan kita jangan menilai yang nggk2 ama orng lain.

    BalasHapus
  3. Kejawen bukan aliran sesat,tidak meminta kpd selain alloh ta'ala ,kalau ada yg menuduh sesat berarti masih sempit ilmunya dan masih rendah pengetahuannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bung saya setuju, kejawen bukanlah kafir

      Hapus
  4. Selamatnya orang itu dari lisan dan perkataannya, berkatalah yang baik, jika belum faham tanyalah. bukan langsung menuduh kafir, munafik dan sebagainya kalau belum pernah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa orang itu benar2 kafir dan munafik. Apabila kita telah melihat dengan mata dan kepala kita sendiri bahwa ia kafir dan munafik, kita harus memikirkannya, apakah baik kita mengatakannya? atau lebih mulia kita diam?... wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas ian,pendapat anda lebih bijaksana....

      Hapus
  5. jadi orang yng ashor...az, jangan shock menuduh kafir lah..,! jangan2...kamu sendiri, maling teriak maling!!!!

    BalasHapus
  6. jngan bilang sesat klu gk tau dlemny,indonesia ni termasuk ngara jawa,so klu lo emng org indonesia jngan smbrang ngmong bro. nenek myong org indonesia adlah org jwa.mngkin bner kta ms greypas,jngan
    -jngan maling teriak maling....

    BalasHapus
  7. bro amiriswahyudi,,,,,maap kalo ngomong itu jgn pas wktunya shalat,,,mendingan kamu shalat dulu baru komen.......udh gak shalat komen yg nggak2 lg,subhanallah..........

    BalasHapus
  8. saya bangga jadi orang jowo,hidup jawa

    BalasHapus
  9. Semua didunia ada ilmunya.
    Pahami dulu baru bicara, jangan asal bicara kalo belum ngerti.
    Wassalam

    BalasHapus
  10. saya orang jawa.....islam itu rahmatan lil alamin.....kejawen tidak SESAT

    BalasHapus
  11. siapa yang ngomong SESAT? Ngaca Dulu Baru Ngomong...

    BalasHapus
  12. MAS SATRIABAYU sebenarnya di ajaran Hindu Kami juga mengenal adanya penjaga untuk diri kita sendiri yang di jelaskan dalam Kanda Pat, dimana disebutkan bahwa pengawal tersebut adalah nyama pat (4 saudara) yang menyertai kita saat lahir. merekalah yang ‘menjaga’ kita semasih dalam kandungan dan saat kita lahir saudara empat itu bernama :
    - Sang Anta (ari-ari) berada di timur dan bergelar Anggapati,
    - Sang Preta (tali pusar) di selatan bergelar Mrajapati,
    - Sang Kala (darah) di barat bergelar BAnaspati dan
    - Sang Dengen (air ketuban/yeh nyom) di utara bergelar Banaspati Raja.

    Empat saudara ini bisa difungsikan sebagai pengawal pribadi kita, saat2 kita berada pada keadaan sulit misalnya lewat di tempat2 yang angker yang suka ganggu bahkan menangkis serangan black magic.

    salam dari Bali

    BalasHapus
  13. Kita sebagai makhluk ciptaanNya ga berhak menilai Kafir kecuali Sang Penciptanya sendiri.....mari kita selami dalamnya samudra dunia yg di manifestasikan ke dalam diri dengan rendah diri......

    BalasHapus
  14. dalil gak jelas bro....akhirnya bisa membuat orang tersesat... cukup ikuti sunah rasul aj lah..klo selain dari sunah & Al Qu an..ap hayo???

    BalasHapus
  15. agama semua milik siapa. bung. rosulpun milik sapa. belajar dulu aja bung jangan mengina. apapun agamamu selagi kamu berbuat baik. oang lain gak akan tanya apa agamamu.
    AGAMA ITU PANUTAN YANG MAHA KUASA MENURUNKAN WAHYUNYA UNTUK DI BUAT PANUTAN UMATYA YANG MAU MANEMBAH KPD YANG KUASA,DENGAN IKLAS. MARI BELAJAR BERSAMA YA KARENA manusia pasti punya dosa di stiap harinya.

    BalasHapus
  16. Ayam ngendok seng bethok2
    Seng ngarani kafir kuwi asline kafir dewe
    Suwun

    BalasHapus
  17. apakah nabi muhammad juga pernah membahas ini?
    apakah ada hadisnya ?
    apakah yg dimaksud penjaga kita dalam Al-Quran itu adalah Sedulur Papat ?
    Apa yg dimaksud dgn korin ? mohon penjelasannya

    BalasHapus